Amsterdam Sebuah Siang

omega hotel“Brek! Gredek..gredek! Bruk!”
Olala..si supir Suriname ini telah menghancurkan sebuah sepeda yang terikat pada tiang lampu di Dam. Taxi ini sedang mundur untuk berbalik arah menuju hotel murah yang kucari. Dan memang luar biasa, taxi ini hanya memiliki sebuah kaca spion, dan itupun letaknya di kanan, di sisi jauh dari si supir. Bahkan di Eropa pun ada juga yang model seperti ini. Aku tersenyum kecut berharap bisa sampai hotel tanpa menubruk apa-apa lagi. Ternyata hotel yang dipesan oleh kolega kami di Eindhoven letaknya menjauh dari Dam. Tetapi melihat kondisi kota Amsterdam ini aku yakin dapat menempuh jarak apapun dengan hanya berjalan kaki. Bahkan di musim panas seperti ini sekalipun. Ini bedanya dengan di Indonesia, di kota sekecil Bantul sekalipun rasanya adalah keajaiban menempuh jarak satu blok dengan berjalan kaki, mengingat siksaan yang harus kuhadapi.

Hari sudah jam 1 siang, akan tetapi matahari belum mencapai puncak teriknya, berdasar pengalaman kemarin dan lusa, maka puncak terik baru akan terasa jam 3 di bulan Agustus ini. Kami sudah tiba di hotel tanpa kusadari karena sibuk memperhatikan panorama kota ini. Ini kota termasuk yang paling besar dan sibuk di Eropa, tetapi aku tak merasakan kesibukan apapun. Mungkin karena musim liburan atau memang di sini orang tidak biasa terburu-buru. Cepat, iya, tapi tidak terburu-buru. Kalau di Jakarta semua orang merasa perlu terburu-buru biar dirinya menjadi penting dan tidak dianggap malas. Tetapi ada kata yang rasanya selalu dilupakan jika di Indonesia, efektif. Efisiensi, kita paling jago. efisiennya yang engga. Kami bertiga mengulurkan 18 ero ke supir taksi. Aku merasa tarif itu mahal, tapi apa aku punya pembandingnya? Ah, sudahlah, semua pelancong tidak layak berpelit ria. Rasanya otak ini mesti diistirahatkan dari kelelahan memikirkan hal yang remeh temeh, termasuk urusan berhemat dan berpelit.

Resepsionis hotel adalah seorang wanita yang masih sangat muda, manis, dan meski berambut pirang, tetapi caranya tersenyum dan bergurau dengan kami lebih mirip orang yang mungkin kutemui di bis antar kota di pulau Jawa. Sebagai bujang aku langsung tertarik mengencaninya, andai aku punya waktu lebih panjang dari sekedar 2 hari, mungkin aku punya kesempatan ‘spik-spik’ dengannya, hihihihi…Kami bertiga mendapat satu kamar single dan satu kamar double. Aku dan temanku lah yang menggunakan kamar double. Kami menuju kamar dengan diam karena takut suara kami bakal terdengar ribut, hotel ini lebih mirip rumah besar dengan kamar banyak dan lorong sempit berkelok-kelok. Setiba di kamar kami temanku terbahak-bahak “Hahahaha..sialan itu cewe…tunggu sini ya.” Aku bingung, aku ikuti dia ke front office.

“We want a double room with separated beds, two of single bed, NOT one of double bed.”
“Ahh..you want a twins room. Becouse I though…anyway where are you come from?”
“We are not gay..so we want that twin room.”
“Hmm..sorry.. I though you both a gay couple..I am sorry Sir.”
“OK, and we are from Indonesia. Gay is haram in Indonesia, and we are not coming here to be a gay.”
“Okey..here is your twin room key, and hope you enjoy with our service.”

Temanku bergegas dan aku masih mengamati senyum si gadis resepsionis ini.

“So you thoug we were a gay couple? Hmm..I am forgeting it is Amsterdam.”
“I am sorry Sir, yes I did.”
“……….”
“……….”
“So better I get my room and unpack my stuff, see you.”
“See you too, Sir.”

Aku berlalu merasa seperti melemparkan lelucon dan tidak ada orang yang tertawa. Hmm…Amsterdam. Gotperdom! Aku menjadi geli karena telah berpikir kemungkinan mengencani si resepsionis itu, sedang dia berpikir aku adalah seorang gay, betapa absurd.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s